Sabtu, 25 Juni 2016

bajingan merindukan tuhan

Akulah sang bajingan.

Yang penuh noda dan debu.

Semua dosa telah aku jalani.

Dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Tak ada yang luput dari nista.

Mata ini telah melihat yang jorok dan maksiat.

Hidung ini telah menghisap candu dan asap ganja.

Mulut ini telah menebar fitnah dan amarah.

Telinga ini telah mendengar aib orang lain.

Tangan ini telah berlumuran darah.

Perut ini telah dipenuhi harta dari hasil haram.

Dibawah perut ini telah banyak bermaksiat dengan orang yang tak halal bagiku.

Kaki ini telah berjalan diatas jalan kehancuranku sendiri.

Hanya hati ini yang masih setia menasihati.

Dalam kekacauan jiwa yang kelam ini.

Dalam kegundahan yang selalu menjangkiti nurani.

Aku terombang-ambing dalam kekalutan jiwaku sendiri.

Kehampaan yang ada dalam hidupku.

Padahal semua sudah aku miliki.

Harta, tahta, dan wanita selalu datang layaknya ombak lautan.

Namun mengapa diri ini resah.

Ada yang hilang dalam diri ini.

kyota hamzah
5/9/2016

Senin, 11 April 2016

Alam yang marah

Manusia khalifah di atas bumi.
Amanah menjaga semesta.
Dari langit menuju pertiwi.
Dari pertiwi kelak kembali.
Menghadap ilahi di singgasana.
Dahulu bapak adam menjaga janji dengan alam.
Alam berjanji menjadi kawan bagi turunannya.
Namun waktu telah berlalu.
Anak cucunya tak banyak yang bijak layaknya sang buyut.
Ketamakan menjadi landasan.
Bumi dan hewan dijadikan budak kerakusan.
Tuhan di tiadakan dalam qalbu.
Kehancuran menanti datangnya kerusakan total.
Karma akan kembali berulang.
Bagi mereka yang tak mau belajar.
Sebagaimana alam murka pada cucu adam.
Atas lalai menjaga amanah.

Kyota hamzah
10/4/2016

Minggu, 03 April 2016

hermitage

Sometimes we are like flowers that grow on the edge of the street, different shapes and colors, but each has its beauty and benefits for the owner.

 
I wish the owner loves.

I want you to love me.

Like a mountain above the slopes, you are willing to accept ?.

I wish it could be.


 
If the mountain is definitely the soul purpose in life would be arrogant and look down on others.
 
However, if the mountain is to find identity rujukanku sure I'll find peace of mind that had been empty.



 
Kyota hamzah
31/01/2016

Sabtu, 02 April 2016

Source of goodness

Patience and sincere is the source of goodness who grew up with deeds, although it was very heavy at the start but it feels wonderful deeds at the end of the struggle.

there is no success without sacrifice earnest seeker by road if he did not have the patience and sincerity that have been tested by the trials and problems.

I know if I'm still far from both of these, but I will continue to try to continue to fight on this all though this trip feels far away.

but only love is able to move the hearts of the freeze into a sincere heart and patience in working on the orders of the owner of the harmony of the universe.

Believest that all the good that we do not currently exist in vain.

kyota hamzah
20/5/2013



Jumat, 01 April 2016

Longing

There is no ivory that is not cracked
There are no striped neglected
But I was imprisoned in the dark
Enclosed in the shadows

Not knowing what the future is now
Only time that can answer
Longing for truth
Truth be lantern life

I'm looking for the truth
The journey has been my journey
Tuk search for ultimate meaning
The stigma of self
 
kyota hamzah
18/5/2012
 

Kisah pilu april fool

Dalam sejarah yang terlupakan.

Di suatu negeri yang telah menghilang.

Memiliki kisah pilu dan tragis.

Kisah pilu sebuah kaum yang terusir dari rumahnya.

Saat barisan tentara berkuda datang dari benua daratan.

Dalam benteng terakhir mereka mengepung.

Terdesak oleh pengasingan.

Sang sultan menawarkan perjanjian.

Pada sang raja dan sang ratu.

Sebuah rumah yang paling berharga bagi semua kaum.

Ditukar dengan sebuah armada kapal.

Untuk kembali ke tanah asal.

Sang sultan menukar kunci dengan kapal bagi kaumnya pulang dengan damai.

Kunci rumah telah diterima dan armada kapal menanti di dermaga.

Saat sang sultan dan kaumnya memasuki dermaga.

Awal kisah kelam terjadi.

Sang raja berkhianat.

Kapal-kapal dibakar.

Para prajurit membantai warga sipil.

Air laut kini menjadi merah darah.

Bagi mereka yang masih hidup.

Hanya ada dua pilihan.

Menjadi orang yang keluar dan dungu sepanjang masa.

Atau mati dalam keadaan terhina serendah binatang.

Kisah kelam ini tercatat dalam sejarah.

Pada awal bulan april.

Di tanah awal cahaya terbit.

Dari kegelapan primitif yang masi menutup logika.

Bilamana saat ini kita memperingati awal bulan april dengan suka cita.

Maka tak jauh beda kita dengan melacurkan diri sendiri dengan rela.

Bilamana saat itu nyawa adalah taruhan untuk membuang keyakinan hakiki.

Maka kini kita tak ubahnya seperti orang bodoh yang merayakan kematian saudaranya.

Kelak dimasa yang akan datang kita kehilangan jati diri.

Dari sejengkal demi sejengkal.

Dari selangkah demi selangkah.

Nama kita tak lagi dikenal.

Kyota hamzah
1/4/2016

Kamis, 31 Maret 2016

haters and lovers

O 'haters
do not be blind to what you hate
if you do not understand the reason to hate
before you know what you hate

O 'lovers
do not be blind to what you love
if you do not understand the reason for love
before you know what you love

hate and love
the two sides are different but the same
just the way we look at the change it
dar which side we view it
on the side where we are

Do not you hate the excessive
Do not you love the excessive
because it will all change
someday you hate into love
later that you love to hate
someday you hate to become a friend
later that you love into your opponent


kyota hamzah
22/3/2014

Rabu, 30 Maret 2016

frame life

You can catch the contents of the world into your hands.

But someday what you're after will leave you.

You can love what you wish on this earth.

But later what you love can not come with you.

You can act as you please in the universe.

But what do you do in the future will be held accountable.


Kyota Hamzah
02/13/2016

Selasa, 29 Maret 2016

kagami / mirror

As the world has changed.
Worse, than before.
When all the wild.
Speak daggers in battle.


Although heart screamed.
The wound that should not have happened.


In the mirror of the heart.
Who would never cheat.
Human conscience to tell the truth.
But lust cover the heart.


Mirror human heart.
Say that sincerely.

Would not lie.
Although the pain.
That way the ultimate truth.


In the mirror of the heart.
Who never lied.
Human conscience bears witness.
In the mirror of the soul of this sparkling.



Kyota Hamzah
03/24/2016

Sabtu, 26 Maret 2016

Boeroeng koentoel

Dipematang sawah jang rindang lagi elok.

Berdjedjer kaleng dan orang-orangan sawah jang dari oejoeng ke oejoeng.

Setiap pagi para bapak dan iboe tani berdjaga padinya dari hama dan pengganggu.

Karena selamanja sadja banjak boeroeng jang mematoek hasil tanam mereka sebeloem panen.

Didalam goeboek bamboe, mereka mengajun-anjunkan tali.

Bermaksoed takoeti gagak, tidak memakan padi.

Soedah lama mereka berpatrol, bosan dan kantoek mendjadi moesoeh jang njata.

Dahoeloe beloem ada hiboeran jang dapat dinikmati.

Radio adalah barang mewah bagi sebagian orang.

Hanja pemandangan elok jang menghiboer lara.

Rindangnja pohon menjedjukkan sanoebari.

Mata sedap melihat boeroeng koentoel terbang tinggi.

Melanjang-lanjang diatas tjakrawala.

Bersama kawanannja mereka berbaris-baris mentjari sarang.

Soenggoeh mendjadi kenangan indah didalam benak jang toewa ini.

Kyota hamzah
25/3/2016

Kamis, 24 Maret 2016

Sajak cermin #6

Ketika emosi harus ditutupi...

Kagami

Saat dunia telah berubah.

Menjadi lebih buruk, dari sebelumnya.

Saat semua menjadi liar.

Belati berbicara dalam pertempuran.

Walau hati menjerit.

Dalam luka yang harusnya tak terjadi.

Dalam cermin hati.

Yang takkan pernah menipu.

Nurani insan berkata jujur.

Namun nafsu menutupi qalbu.

Cermin hati insan.

Berkata yang setulusnya.

Takkan berbohong.

Walaupun perih.

Itulah jalan kebenaran hakiki.

Dalam cermin hati.

Yang takkan pernah berbohong.

Nurani insan menjadi saksi.

Dalam cermin jiwa yang berkilau ini.

Kyota hamzah
24/3/2016

Jumat, 18 Maret 2016

Naskah lama

Jika api adalah lenteraku.

Maka akan aku pergi menghampirinya.

Jika air adalah penuntunku.

Maka akan aku ikuti alirannya.

Jika angin adalah kompasku.

Maka akan aku kokohkan pendirianku.

Jika tanah adalah rumahku.

Maka akan aku lindungi.



Masihkah ada keraguan didalam qalbu.

Akan semua yang kau terima selama ini.

Sebuah karunia yang berharga.

Yang tidak dimiliki oleh manusia lain.

Sebuah pemberian yang istimewa.

Kepada orang-orang terpilih menjaganya.

Dari kekacauan manusia itu sendiri.

Yang dikuasai oleh hasrat kegelapan.



Mungkin apa yang kusampaikan ini tak banyak membantu.

Namun setidaknya ini akan memberi pencerahan.

Diantara gelap yang menyelimuti dunia ini.

Setidaknya secerca petunjuk ini bisa membedakan.

Mana yang seharusnya putih dan mana yang seharusnya hitam.

Ditengah keruhnya aliran ini.

Yang selalu menyerang satu sama lain.


Kyota hamzah
12/5/11

Selasa, 15 Maret 2016

Immanere

Engkau jauh namun hakikatnya dekat.

Kuasamu begitu agung di seluruh ciptaanmu.

Engkau begitu dekat ditiap partikel.

Dari partikel terkecil hingga semesta yang tak berujung ini.

Begitu dekat sedekat jari telunjuk dengan jari tengah.

Disaat manusia kehilangan arah.

Disaat manusia terjatuh.

Disaat manusia menjadi iblispun.

Engkau masih ada membuka hati yang tertutup.

Atas izinmu cahaya hidayah turun.

Bagi mereka yang mau membuka hati.

Engkau ada di tiap penciptaanmu.

Memberi bukti atas kebesaranmu.

Memberi kasih atas
Ciptaanmu.

Memberi sayang atas umatmu yang kau ridhai.

Gambaran atas sifatmu.

Sebagai penghubung hati yang mencintai.

Kyota hamzah
16/2/2016

Senin, 14 Maret 2016

Transcendere

Saat manusia memanjat pengetahuan.

Saat pengetahuan tak jangkau melampauinya.

Disaat itulah logika manusia mencapai batasnya.

Alam manusia hanya sampai sini saja.

Estetika dan logika hanyalah indikator belaka.

Hanya kepekaan yang mampu menjawab.

Ketika manusia menatap cermin jiwa.

Dua sifat saling bertentangan.

Diantara takjub dan takut.

Manusia akan lupa siapa dirinya.

Saat menatap sang maha penggerak.

Dari singgasana menuju semesta lain tak terhingga.

Yang melampaui batas antar dimensi.

Nyata dan maya saling berpadu.

Kau adalah gambaran kuasaku.

Kyota hamzah
11/2/2016

kusuf syamsi

saat fajar terbit dari belahan timur.
mentari kuning bangkit dari singgasana.

sinar hangat menyirami pertiwi.

kehidupan mulai nampak saat itu.



namun hari ini berbeda dari biasanya.

orng-orang berkumpul menuju masjid.

hari ini masjid penuh sesak tak seperti biasanya.

orang-orang hendak melaksanakan shalat gerhana.


jarum jam menunjukkan pukul tujuh.

berdiri merapat shaf yang renggang.

shalat sunnah dua ruku' dua i'tidal.

khutbah singkat mengingat kuasa-Nya.


seusai shalat mentari meredup.

sari sisi lain mulai menghitam.

walau hanya sebagian yang menutupinya.

maha besar rabb penguasa semesta.




kyota hamzah
9/3/2016
(Ilustrasi foto : imron huda)

Minggu, 13 Maret 2016

Lencana istimewa

Sebanyak apapun lencana dari manusia kelak akan kalah dengan satu lencana dari yang maha kuasa.
Satu lencana yang begitu berharga hingga hanya orang-orang pilihan saja yang memperolehnya.
Lencana yang sangat mulia itu adalah keimanan.
Kyota hamzah
15/2/2016

Jumat, 11 Maret 2016

Realita5

Siapa kita ?
Mengapa kita ada ?
Untuk apa kita ada ?
Lalu apa yang harus kita lakukan ?
Peran apa yang kita lakukan ?
Tugas apa yang harus kita lakukan ?
Untuk apa kehidupan yang kita lakukan ?
Kehidupan apa yang kita jalani ini ?
Dimanakah kita hidup sesungguhnya ?
Mungkinkah kita ini berwujud ?
Wujud apakah alam ini sesungguhnya ?
Apakah mungkin kita ini ada dalam alam ini ?

Pertanyaan demi pertanyaan semakin bertambah !
Bertambah seiring berjalannya waktu !
Waktu dalam memahami realita alam.
Realitas kehidupan di alam.
Mempertanyakan yang ada dalam alam ini.
Pertanyaan yang dijawab oleh mereka yang memahami.
Memahami hakikat yang sebenar-benarnya !

Kyota hamzah
23/2/2016

Kamis, 10 Maret 2016

Bingkai hidup

Kau boleh mengejar isi dunia ke dalam genggamanmu.

Namun kelak apa yang kau kejar akan meninggalkanmu.

Kau boleh mencintai apa yang kau kehendaki di bumi ini.

Namun kelak apa yang kau cintai takkan bisa menemanimu.

Kau boleh bertindak sesuka hatimu di atas semesta ini.

Namun kelak apa yang kau lakukan akan segera dimintai pertanggung jawabannya.

Kyota hamzah
13/2/2016

Kompilasi sajak cermin (by wattpad)

Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillah kini usai sudah 70 sajak yang terkumpul. Kawan tak terasa bila sajak-sajak ini kini telah berusia enam tahun semenjak awal aku mengenal dunia sastra. Sejarah perjalanan tertuang dalam goresan pena dan keyboard. Kini mungkin sajak cermin yang ada di wattpad telah usai, namun penggantinya kini siap membawa spiritnya. Kagami, cermin dalam bahasa jepang ini menjadi awal baru dari sebuah akhir. Semoga kelak semangat dan karya sajak cermin mengalir membumikan sastra. Aamiin.

Minggu, 06 Maret 2016

Menempatkan rasa adil

Menempatkan rasa adil bagaikan air dan api dalam satu wadah.

Bila ditempatkan dalam tempat yang sesuai mereka akan berpadu.

Namum bila tak sesuai mereka akan membinasakan.

Api takkan bisa meredamkan amarahmu

Air takkan bisa menyulutkan kesedihan

Jika kau tak menempatkannya sesuai dengan tempatnya.

Begitupun sebuah keadilan.

Keadilan tak selamanya rata.

Keadilan tak selamanya berpihak.

Keadilan tak selamanya setara.

Keadilan sesuai dengan tempatnya.

Keadilan sesuai dengan kebutuhannya.

Keadilan sesuai dengan kaidahnya.

Kyota hamzah
07/7/2013

Sabtu, 05 Maret 2016

Ada yang tidak ada

Alam itu tidak ada.
Lalu ada karena diadakan.
Alam itu tidak berasal.
Karena alam bagian dari penciptaan
Alam itu sejatinya tidak ada.
Lalu ada karena diciptakan tuhan.
Tuhan itu adalah wujud yang hak
Hak itu benar wujudnya.
Asalnya tidak ada menjadi ada.
Selalu mustahil untuk tidak ada.
Tuhan itu wujud yang sempurna.
Tidak didahului oleh wujud lain.
Kyota hamzah
23/2/2016

Kamis, 03 Maret 2016

Hujan dan langit

Saat air hujan membasahi pertiwi.
Kini wajahnya telah terbasuh suci,
Dari nista yang mengotorinya.
Oleh para pendosa budak nafsu.
Yang hanya mengumbar syahwat.
Dari para gadis yang suci hatinya.
Membelenggu para putri.
Dari tiap jengkal kerajaan.
Dijajah dan diperbudakkan.
Syahwat dan politik picik.
Dalam lingkaran setan terkutuk.

Akulah sang hujan.
Akulah sang langit.
Kamilah utusan dari yang kuasa.
Penyatukan pertiwi dan langit.
Di bawah naungan harapan.

Dalam sisi yang kasih.
Dalam sisi yang tulus.
Saat pertiwi kehilangan asa.
Kamilah yang harus jadi asa.
Meski gelap menguasai bumi.

Kami tetap nyalakan lentera.
Walau kecil diantara tabir.
Cahaya ini akan jadi saksi.
Perjuangan mendobrak tirani.

Dari ujung timur hingga barat.
Dari ujung negeri hingga istana.
Kami berjuang atas dasar iman.
Walau engkau menolak kami.
Pada periode yang lampau.

Kami tetap bersamamu.
Melindungi harga dirimu.
Yang kini diperdagangkan.
Walau engkau kini terjatuh.
Kami akan menolongmu
Untuk bangkit dan berdiri.
Menatap cita yang dulu ada.
Di dalam relung hatimu.
Agar dapat berkobar lagi.
Membangun dan menata.
Reruntuhan yang dulu ada.

Setidaknya langkah kami
Membuatmu tersenyum lagi.
Dari masa-masa kelam.
Untuk melihat mentari lagi.

Kyota hamzah
2/12/2015

Sang wanita

Wahai engkau sang wanita.
Wanita penyangga masa depan.
Digenggamanmu takdir suatu negeri ditentukan dari tanganmu.
Seorang pemimpin yang lahir dari buainmu.
Kau adalah makhluk tuhan yang paling unik.
Engkau adalah ciptaan tuhan yang sangat lembut raga dan hatinya.
Namun engkau bisa menjadi sangat kuat.
Kepada siapa saja yang menyakitimu.
Kyota hamzah
24/6/2013
puisi cinta

Isi hati kaum hawa

Isi hati kaum hawa begitu rumit.
terkadang kaum hawa susah ditebak.
Susah ditebak oleh kaum adam.
namun mereka adalah makhluk yang sangat mengerti akan apa yang terjadi.
Kyota hamzah
28/6/2013

Kesetiaan

Kesetiaan lahir karena adanya kecocokan
Kecocokan antara kita dengannya.
Meski kita memiliki perbedaan yang jauh.
Namun itu semua tertutupi oleh rasa memahami.
Memahami antar sesama.
Kasih sayang sebagai pengikatnya.
Kyota hamzah
24/6/2013

Senin, 29 Februari 2016

Mimpi yang terindah

Angin berhembus menyapamu.
Saat engkau datang dengan senyummu.
Hingga langit bumi menanyaiku.
Siapa bidadari yang turun Ini.
Kau datang dengan angin.
Yang mengikuti jejak langkahmu.
Kau.
Bagai peri kecilku.
Seakan memberi pesan.
Yang berharga bagiku.
Betapa sakralnya.
Mimpi terbaik dari dirimu.
Kau datang dengan pelangi.
Yang mengikuti jejak langkahmu
Kau.
Bagaikan pelangi.
Yang memberikan mimpi terbaik
Kau mimpi yang terindah.
Dalam dunia ini.
Menanti.
Perjuangan suci.
Cinta yang sejati.
Bila engkau berjuang
Tulus hati.
Menggapai mimpi.
Tetaplah disana.
Singgasana yang suci.
Wahai kasih.
Kaulah impianku.
Tak ada impian.
Bila tak ada sebuah.
Pengorbanan.
Dari dirimu.
Pengorbanan !
Dari dirimu !
Kobaran api ini !
Berpadu dengan angin.
Kasih sayang !
Tulus untuk kamu.
Aku akan terus bersamamu.
Selalu menemanimu.
Hingga akhir waktu.
Menjemputku.
Aku akan selalu bersamamu.
Menemani langkahku.
Terus bersamamu.
Selamanya......
Genggamlah tanganku ini.
Melangkahlah bersamaku.
Terus bersamaku.
Selamanya !
Kyota hamzah
15/1/2016

Minggu, 28 Februari 2016

Sajak cermin #3

Beritanya apa, beritanya mengapa.
Itulah kerancuan kabar hoax. Kabar palsu sekedar mencari sensasi belaka. Tanpa melihat kerugian di masa yang akan datang.

Kamis, 25 Februari 2016

Belajar mensyukuri

Terkadang kita perlu belajar mensyukuri apa yang ada pada diri kita.

Banyak orang ingin menjadi seperti orang lain tapi tak tahu apa yang sebenarnya dia miliki .

Potensi tiap orang berbeda satu sama lain.
Jadilah dirimu sendiri dengan apa yang kau sukai.

Kyota hamzah
29/12/2014

Manusia dan martabat

Menjadi yang bermafaat.

Meski lingkungan tak bersahabat.

Memang nilainya tak keramat.

Maka lihatlah dengan cermat.

Menbaranya sebuah tekad.

Melangkah menembus sekat.

Menantang diposisi yang berat.

Membuatnya jadi hebat.

Manusia bagaikan malaikat.

Manusia bagai iblis laknat.

Maka jagalah martabat.

Maka dirimu akan diangkat.

Menjadi hamba yang memikat.

Memikat sang pemberi nikmat.

Kyota hamzah
21/05/2015

Buku dan kita

Aku, kamu, & buku.

Akan selalu menemanimu.

Apabila kamu dilupakan waktu.

Akan ada yang mengenangmu.

Apabila kau warisi tulisanmu.

Aku tahu ini sepele bagimu.

Akan tetapi dunia menantimu.

Atas karya abadi darimu.

Aksi dari goresan penamu.

Kyota hamzah
6/7/2015

Belajar untuk bertanya

Belajar... Apa yang kita cari ?

Belajar mencari pengetahuan

Belajar... Untuk apa ?

Belajar untuk memahami

Belajar... Apa yang kita dapat ?

Belajar memperoleh pengalaman

Kyota hamzah
15/12/2015

Memahami hikmah

Adakalanya kita harus berkarya, adakalanya pula kita harus berbagi.

Adakalanya kita harus jadi penolong, adakalanya pula kita jadi penonton.

Terdengar tak adil, namun hanya yang punya hidup yang tahu hikmah dibalik kejadian.

Kyota hamzah
19/12/2015

Ketika senja tiba

Saat ruang berjalan dengan waktu.

Seorang hamba akan merenung.

Apa yang kelak dituju.

Ketika senja menunggu waktu.

Batas dunia telah menyambut.

Bekal sedikit tak membantu.

Sedang akhir tak bisa menunggu.

Hanya kenangan yang mau ikut.

Menuju rumah yang tak berpintu.

Hingga terompet akan ditiup.

Ingatkan kita untuk bangun.

Dari tidur yang membelegu.

Melihat kenangan yang dahulu.

Kyota hamzah
20/12/2015

Saat hujan turun

Saat hujan membasahi pertiwi.
Sang surya enggan bertemu.
Merasa malu bertemu dikau
Atas apa yang kuperbuat kemarin.

Disaat engkau melapangkan dada atas anak adam dengan kebaikan.
Mereka menikammu dari belakang.
Menanggalkan pakaianmu berupa hutan hijau nan permai.
Memuaskan hasrat dan keserakahan.
Mereka lupa diri atas niat baikmu.

Aku tahu, aku memang salah
Membiarkanmu dipermalukan
Dihadapan khalayak umum
Tanpa ada pembelaan.

Indra terdiam.
Kartika terdiam.
Bayu terdiam.
Dan dirikupun terdiam.
Kau marah padaku.
Aku paham atas keputusanmu.
Kekecewaan yang tak terhingga.

Tekad agni kini membara
Amukan indra telah menggelegar
Menuntut keadilan atas kebathilan.
Yang menyelimuti pertiwi.

Sumpahku akan kutebus.
Rasa malumu akan kuganti.
Dengan pengadilan yang pantas.
Bagi para pendosa dalam ragamu.
Yang kini mengekang dirimu.
Dalam kelabu nista dosa manusia.

Kyota hamzah
20/12/2015

Segumpal daging

Dari segumpal darah kita berasal.

Tanpa daya maupun tanpa tahta.

Tak bernyawa sebelum malaikat bertindak.

Atas mandat sang rabb.

pada seorang bunda.

menanggung tanggung jawab yang besar !

menjaga dan merawat para penerus insan.

dengan taruhan nyawa !

saat kau tahu apa yang dialaminya ?

masihkah engkau angkuh ?

atas nikmat yang kau peroleh ?

bisakah engkau menggantikan perannya ?

jika tak mampu maka berbaktilah padanya !

selama ia masih ada dalam alam yang fana ini.

Kyota hamzah
22/12/2015

Perenungan diri

Saat waktu tak lagi bersama.
Hanya perbuatan yang menemani.
Dalam menanti persinggahan akhir.
Menunggu kabar yang diharap.
Antara air dan api.
Yang akan menemani langkah ini.
Menuju tujuan yang hakiki.
Rumah yang sejati.
Yang sudah lama menanti.
Berjumpa dengan-Nya.

Kyota hamzah
29/12/2015

Pendapat sederhana

Pendapat !

Gajah mati meninggalkan gading.

Macan mati meninggalkan belang.

Manusia mati meninggalkan nama.

Pertanyaannya ....... ?

Nama yang mana.....?

Nama yang dikenang baik ?

Atau yang dikenang buruk ?

Hanya waktu yang sanggup menjawab.

Kyota hamzah
12/11/2015

Galau negeri budak

Ada apa dengan negara ini. Negara yang mulai sakit.
Sakit akan agama.
Agama yang kini hendak dibuang.
Dibuang jauh dari masyarakat.
Masyarakat seakan jadi budak.
Budak dirumahnya sendiri.
Sendiri tanpa pelindung.
Pelindung kami hanya tuhan.
Tuhan yang tak pernah tidur.
Hanya tidurnya yang dzolim.
Dzolim pada dirinya sendiri.
Sendiri atas orang lain.
Lain dulu.
Dulu ke kini.
Kini menuju kedepan.
Di depan pengadilan tuhan.
Tuhan menanyakan perbuatanmu.
Perbuatan atas kedudukanmu.
Kedudukan yang melalaikanmu.
Lalai akan tugasmu.
Tugas yang seharusnya sakral.

Kyota hamzah
15/6/2015

Gugat

Air mata yang jatuh ini tak bisa kubendung.
Meski selalu aku tutupi dengan senyum palsu.
Kadang hati ini tak bisa menipu meski selalu bertemu.
Sikap dinginmu selalu tertutup lihat jerih payahku.
Aku tak bisa terus begini dengan perlakuanmu itu.
Rasanya perih bila mengingat keangkuhanmu.

Gugatku.
Atas sikapmu.
Tak mau tahu.
Atas diriku.
Yang nyaris hancur.
Dalam tugasmu.
Aku tak banyak pinta.
Hanya satu harapku.
Kumohon untuk saling mengerti.
Hanya itu harapku.

Kyota hamzah
1/2/2016

Pertapaan

Terkadang kita ini bagaikan bunga yang tumbuh di tepi jalanan, berbeda bentuk dan warna, akan tetapi masing-masing memiliki keindahan dan manfaat bagi sang pemiliknya.

Aku ingin sang pemilik mencintaiku.
Aku ingin engkau mencintaiku.
Bagai gunung yang ikhlas menerimaku diatas lerengmu.
Andai itu bisa.

Andai gunung adalah tujuan hidup pasti jiwa ini akan menjadi sombong dan memandang rendah orang lain.

Akan tetapi, andai gunung adalah rujukanku untuk mencari jati diri pasti akan kutemukan ketenangan jiwa yang selama ini hampa.

Kyota hamzah
31/1/2016

Debat kusir

Malam ini terasa panas membara
Perdebatan tampaknya takkan padam.
Satu sama lain memegang pusaka saktinya.
Pasopati melawan tsar bomba
Dentuman dan ledakan membahana .
Dari bumi sang ibu pertiwi.
Hingga singgasana sidratul muntaha.

Tak ada yang benar, tak ada yang salah.
Semua tergantung atas persepsi sang murid.
Sang khidir tak memaksa musa.
Hanya musa yang menentukan jalannya.

Jikalau kebenaran itu relatif.
Maka semua bisa berubah.
Bisa baik, bisa pula buruk.
Tergantung kondisi dan situasi.

Jikalau engkau semua masih menjadi kusir.
Maka tak ada penumpang yang mau duduk.
Satu sama lain akan berebut jadi kusir.
Hanya sabar dan legowo yang jadi air.
Hanya ilmu dan keikhlasan yang jadi angin.

Kyota hamzah
sidoarjo, 30/01/16

Rabu, 24 Februari 2016

Belenggu jiwa



 Terkadang kita sedih.

Terkadang kita bimbang.

Terkadang kita hilang harapan.

Terkadang kita kecewa.

Terkadang kita marah.

Terkadang kita tak terima.

Terkadang kita menyalahkan.

Terkadang kita mengutuk.

Terkadang kita mencaci.

Terkadang kita menipu.

Terkadang kita berbohong.

Terkadang kita berprasangka buruk.

Terkadang kita tak tahu jika semua sifat tersebut telah menguasai kita, hingga kita terjatuh kedalam jurang kehancuran.

Hanya kita sendiri yang bisa melepaskan jerat-jerat nafsu.

Tak ada yang bisa mengubah takdir yang telah ditetapkan.

Kita hanya bisa mengubah keadaan dengan tangan kita sendiri, selama tak berseberangan dengan garis takdir.

Kyota hamzah
6/1/2016


Selasa, 23 Februari 2016

Sajak cermin #2

Andai hati tak bergejolak maka apa yang akan terjadi kelak ?

Perenungan

Ketika penemuan ilmiah menjadi perenungan ilahiyah. Semua hasil dari sebuah pencarian sebuah pembenaran kelak akan menjadi penguat sebuah tujuan kebenaran. Penemuan ibarat cermin dan perenungan adalah bayangannya. Dari sinilah pertempuran batin dimulai, saat ego dan nurani saling berhadapan satu sama lain, maka tak dapat dipungkiri diri kita akan berusaha mencari titik temu. Ego kita akan selalu menawarkan cara yang berupa menghalalkan segala tindakan entah itu benar atau salah. Asal kita puas melakukannya. Sedangkan nurani selalu membisikkan sebuah cara yang lebih baik tanpa merugikan semua pihak. Meski terasa sakit diawal namun manis diakhir. Nurani selalu berteriak mengingatkan kita jika kita berbuat salah. Nurani akan melemah jika hati kita membatu namun takkan mati meski sekarat sekalipun demi mengingatkan kita pada jalan yang lurus. Jalan kebenaran hakiki. Ketika penemuan ilmiah sang pencari kebenaran menjadi perenungan ilahiyah atas kebenaran sejati.

Nurani

Jika seseorang hendak berbuat dosa maka hati nurani akan merasa gelisah, namun jika seseorang berbuat baik maka hati nurani akan tenang.  
nurani bisa menjadi tempat kita untuk bertanya mengenai kebenaran karena nurani adalah pengingat kita setelah al quran jika kita berbuat dosa.

Sang wanita





Wahai engkau sang wanita.

Wanita penyangga masa depan.

Digenggamanmu takdir suatu negeri ditentukan dari tanganmu.

Seorang pemimpin yang lahir dari buainmu.

Kau adalah makhluk tuhan yang paling unik.

Engkau adalah ciptaan tuhan yang sangat lembut raga dan hatinya.

Namun engkau bisa menjadi sangat kuat.

Kepada siapa saja yang menyakitimu.

Demi orang-orang yang ia kasihi.

kyota hamzah
24/6/2013

Senin, 22 Februari 2016

Sajak cermin #1

Sajak cermin merupakan kumpulan puisiku yang dirangkai dalam satu bingkai yang besar. Untuk mempermudah pencarian kelak akan dibuat versi gambarnya agar semua dapat menikmatinya. Terima kasih atas partisipasinya kawan.

Minggu, 21 Februari 2016

Ketika iblis bertaubat

Bila dulu iblis tak angkuh.

Mungkin kita bisa menjadi kawan.

Bila dulu iblis tak menghasut.

Mungkin kau dan aku akan tetap di surga.

Bila dulu iblis tak punya dendam.

Mungkin kita saling menolong satu sama lain.

Bila dulu iblis tak sombong.

Mungkin kita akan menjadi sahabat  layaknya jibril.

Bilamana semua itu terjadi ?

Mungkin kehidupan di dunia fana takkan terwujud.

Dunia yang sudah disiapkan untuk kaum adam dan hawa.

Dunia yang membutuhkan seorang pemimpin.

Dunia yang harus mejadi ladang kita.

Ladang untuk mencari dan menanam kebaikan.

Sebagai bekal kita kelak saat pulang kembali.

Sebagai prasasti karya kita pada sang pencipta, sesama anak adam, dan semesta ini.

Untuk sang iblis yang kini menanti akhir waktu.

Sesungguhnya engkau diberi kesempatan untuk pulang.

Kesempatan berupa pengakuan pada adam yang lebih baik darimu.

Namun engkau menolaknya karena asalmu yang lebih mulia.

Kini engkau memilih jalan yang lain.

Jalan sesat yang menyesatkan.

Sembari mengajak anak-anak adam yang tak kuat imannya.

Masuk ke dalam neraka singgasanamu kini.

Bila iblis bertaubat.

Mungkin kau dan adam menjadi hamba yang terbaik.


Kyota hamzah
21/2/2016