Jumat, 01 April 2016

Kisah pilu april fool

Dalam sejarah yang terlupakan.

Di suatu negeri yang telah menghilang.

Memiliki kisah pilu dan tragis.

Kisah pilu sebuah kaum yang terusir dari rumahnya.

Saat barisan tentara berkuda datang dari benua daratan.

Dalam benteng terakhir mereka mengepung.

Terdesak oleh pengasingan.

Sang sultan menawarkan perjanjian.

Pada sang raja dan sang ratu.

Sebuah rumah yang paling berharga bagi semua kaum.

Ditukar dengan sebuah armada kapal.

Untuk kembali ke tanah asal.

Sang sultan menukar kunci dengan kapal bagi kaumnya pulang dengan damai.

Kunci rumah telah diterima dan armada kapal menanti di dermaga.

Saat sang sultan dan kaumnya memasuki dermaga.

Awal kisah kelam terjadi.

Sang raja berkhianat.

Kapal-kapal dibakar.

Para prajurit membantai warga sipil.

Air laut kini menjadi merah darah.

Bagi mereka yang masih hidup.

Hanya ada dua pilihan.

Menjadi orang yang keluar dan dungu sepanjang masa.

Atau mati dalam keadaan terhina serendah binatang.

Kisah kelam ini tercatat dalam sejarah.

Pada awal bulan april.

Di tanah awal cahaya terbit.

Dari kegelapan primitif yang masi menutup logika.

Bilamana saat ini kita memperingati awal bulan april dengan suka cita.

Maka tak jauh beda kita dengan melacurkan diri sendiri dengan rela.

Bilamana saat itu nyawa adalah taruhan untuk membuang keyakinan hakiki.

Maka kini kita tak ubahnya seperti orang bodoh yang merayakan kematian saudaranya.

Kelak dimasa yang akan datang kita kehilangan jati diri.

Dari sejengkal demi sejengkal.

Dari selangkah demi selangkah.

Nama kita tak lagi dikenal.

Kyota hamzah
1/4/2016