Minggu, 21 Februari 2016

Ketika iblis bertaubat

Bila dulu iblis tak angkuh.

Mungkin kita bisa menjadi kawan.

Bila dulu iblis tak menghasut.

Mungkin kau dan aku akan tetap di surga.

Bila dulu iblis tak punya dendam.

Mungkin kita saling menolong satu sama lain.

Bila dulu iblis tak sombong.

Mungkin kita akan menjadi sahabat  layaknya jibril.

Bilamana semua itu terjadi ?

Mungkin kehidupan di dunia fana takkan terwujud.

Dunia yang sudah disiapkan untuk kaum adam dan hawa.

Dunia yang membutuhkan seorang pemimpin.

Dunia yang harus mejadi ladang kita.

Ladang untuk mencari dan menanam kebaikan.

Sebagai bekal kita kelak saat pulang kembali.

Sebagai prasasti karya kita pada sang pencipta, sesama anak adam, dan semesta ini.

Untuk sang iblis yang kini menanti akhir waktu.

Sesungguhnya engkau diberi kesempatan untuk pulang.

Kesempatan berupa pengakuan pada adam yang lebih baik darimu.

Namun engkau menolaknya karena asalmu yang lebih mulia.

Kini engkau memilih jalan yang lain.

Jalan sesat yang menyesatkan.

Sembari mengajak anak-anak adam yang tak kuat imannya.

Masuk ke dalam neraka singgasanamu kini.

Bila iblis bertaubat.

Mungkin kau dan adam menjadi hamba yang terbaik.


Kyota hamzah
21/2/2016