aku hanyalah jembatan penghubung dua dunia, maka temanilah aku dalam membawa pesan.
Minggu, 28 Februari 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Belajar mensyukuri
Terkadang kita perlu belajar mensyukuri apa yang ada pada diri kita.
Banyak orang ingin menjadi seperti orang lain tapi tak tahu apa yang sebenarnya dia miliki .
Potensi tiap orang berbeda satu sama lain.
Jadilah dirimu sendiri dengan apa yang kau sukai.
Kyota hamzah
29/12/2014
Manusia dan martabat
Menjadi yang bermafaat.
Meski lingkungan tak bersahabat.
Memang nilainya tak keramat.
Maka lihatlah dengan cermat.
Menbaranya sebuah tekad.
Melangkah menembus sekat.
Menantang diposisi yang berat.
Membuatnya jadi hebat.
Manusia bagaikan malaikat.
Manusia bagai iblis laknat.
Maka jagalah martabat.
Maka dirimu akan diangkat.
Menjadi hamba yang memikat.
Memikat sang pemberi nikmat.
Kyota hamzah
21/05/2015
Buku dan kita
Aku, kamu, & buku.
Akan selalu menemanimu.
Apabila kamu dilupakan waktu.
Akan ada yang mengenangmu.
Apabila kau warisi tulisanmu.
Aku tahu ini sepele bagimu.
Akan tetapi dunia menantimu.
Atas karya abadi darimu.
Aksi dari goresan penamu.
Kyota hamzah
6/7/2015
Belajar untuk bertanya
Belajar... Apa yang kita cari ?
Belajar mencari pengetahuan
Belajar... Untuk apa ?
Belajar untuk memahami
Belajar... Apa yang kita dapat ?
Belajar memperoleh pengalaman
Kyota hamzah
15/12/2015
Memahami hikmah
Adakalanya kita harus berkarya, adakalanya pula kita harus berbagi.
Adakalanya kita harus jadi penolong, adakalanya pula kita jadi penonton.
Terdengar tak adil, namun hanya yang punya hidup yang tahu hikmah dibalik kejadian.
Kyota hamzah
19/12/2015
Ketika senja tiba
Saat ruang berjalan dengan waktu.
Seorang hamba akan merenung.
Apa yang kelak dituju.
Ketika senja menunggu waktu.
Batas dunia telah menyambut.
Bekal sedikit tak membantu.
Sedang akhir tak bisa menunggu.
Hanya kenangan yang mau ikut.
Menuju rumah yang tak berpintu.
Hingga terompet akan ditiup.
Ingatkan kita untuk bangun.
Dari tidur yang membelegu.
Melihat kenangan yang dahulu.
Kyota hamzah
20/12/2015
Saat hujan turun
Saat hujan membasahi pertiwi.
Sang surya enggan bertemu.
Merasa malu bertemu dikau
Atas apa yang kuperbuat kemarin.
Disaat engkau melapangkan dada atas anak adam dengan kebaikan.
Mereka menikammu dari belakang.
Menanggalkan pakaianmu berupa hutan hijau nan permai.
Memuaskan hasrat dan keserakahan.
Mereka lupa diri atas niat baikmu.
Aku tahu, aku memang salah
Membiarkanmu dipermalukan
Dihadapan khalayak umum
Tanpa ada pembelaan.
Indra terdiam.
Kartika terdiam.
Bayu terdiam.
Dan dirikupun terdiam.
Kau marah padaku.
Aku paham atas keputusanmu.
Kekecewaan yang tak terhingga.
Tekad agni kini membara
Amukan indra telah menggelegar
Menuntut keadilan atas kebathilan.
Yang menyelimuti pertiwi.
Sumpahku akan kutebus.
Rasa malumu akan kuganti.
Dengan pengadilan yang pantas.
Bagi para pendosa dalam ragamu.
Yang kini mengekang dirimu.
Dalam kelabu nista dosa manusia.
Kyota hamzah
20/12/2015
Segumpal daging
Dari segumpal darah kita berasal.
Tanpa daya maupun tanpa tahta.
Tak bernyawa sebelum malaikat bertindak.
Atas mandat sang rabb.
pada seorang bunda.
menanggung tanggung jawab yang besar !
menjaga dan merawat para penerus insan.
dengan taruhan nyawa !
saat kau tahu apa yang dialaminya ?
masihkah engkau angkuh ?
atas nikmat yang kau peroleh ?
bisakah engkau menggantikan perannya ?
jika tak mampu maka berbaktilah padanya !
selama ia masih ada dalam alam yang fana ini.
Kyota hamzah
22/12/2015
Perenungan diri
Saat waktu tak lagi bersama.
Hanya perbuatan yang menemani.
Dalam menanti persinggahan akhir.
Menunggu kabar yang diharap.
Antara air dan api.
Yang akan menemani langkah ini.
Menuju tujuan yang hakiki.
Rumah yang sejati.
Yang sudah lama menanti.
Berjumpa dengan-Nya.
Kyota hamzah
29/12/2015