Kamis, 25 Februari 2016

Pendapat sederhana

Pendapat !

Gajah mati meninggalkan gading.

Macan mati meninggalkan belang.

Manusia mati meninggalkan nama.

Pertanyaannya ....... ?

Nama yang mana.....?

Nama yang dikenang baik ?

Atau yang dikenang buruk ?

Hanya waktu yang sanggup menjawab.

Kyota hamzah
12/11/2015

Galau negeri budak

Ada apa dengan negara ini. Negara yang mulai sakit.
Sakit akan agama.
Agama yang kini hendak dibuang.
Dibuang jauh dari masyarakat.
Masyarakat seakan jadi budak.
Budak dirumahnya sendiri.
Sendiri tanpa pelindung.
Pelindung kami hanya tuhan.
Tuhan yang tak pernah tidur.
Hanya tidurnya yang dzolim.
Dzolim pada dirinya sendiri.
Sendiri atas orang lain.
Lain dulu.
Dulu ke kini.
Kini menuju kedepan.
Di depan pengadilan tuhan.
Tuhan menanyakan perbuatanmu.
Perbuatan atas kedudukanmu.
Kedudukan yang melalaikanmu.
Lalai akan tugasmu.
Tugas yang seharusnya sakral.

Kyota hamzah
15/6/2015

Gugat

Air mata yang jatuh ini tak bisa kubendung.
Meski selalu aku tutupi dengan senyum palsu.
Kadang hati ini tak bisa menipu meski selalu bertemu.
Sikap dinginmu selalu tertutup lihat jerih payahku.
Aku tak bisa terus begini dengan perlakuanmu itu.
Rasanya perih bila mengingat keangkuhanmu.

Gugatku.
Atas sikapmu.
Tak mau tahu.
Atas diriku.
Yang nyaris hancur.
Dalam tugasmu.
Aku tak banyak pinta.
Hanya satu harapku.
Kumohon untuk saling mengerti.
Hanya itu harapku.

Kyota hamzah
1/2/2016

Pertapaan

Terkadang kita ini bagaikan bunga yang tumbuh di tepi jalanan, berbeda bentuk dan warna, akan tetapi masing-masing memiliki keindahan dan manfaat bagi sang pemiliknya.

Aku ingin sang pemilik mencintaiku.
Aku ingin engkau mencintaiku.
Bagai gunung yang ikhlas menerimaku diatas lerengmu.
Andai itu bisa.

Andai gunung adalah tujuan hidup pasti jiwa ini akan menjadi sombong dan memandang rendah orang lain.

Akan tetapi, andai gunung adalah rujukanku untuk mencari jati diri pasti akan kutemukan ketenangan jiwa yang selama ini hampa.

Kyota hamzah
31/1/2016

Debat kusir

Malam ini terasa panas membara
Perdebatan tampaknya takkan padam.
Satu sama lain memegang pusaka saktinya.
Pasopati melawan tsar bomba
Dentuman dan ledakan membahana .
Dari bumi sang ibu pertiwi.
Hingga singgasana sidratul muntaha.

Tak ada yang benar, tak ada yang salah.
Semua tergantung atas persepsi sang murid.
Sang khidir tak memaksa musa.
Hanya musa yang menentukan jalannya.

Jikalau kebenaran itu relatif.
Maka semua bisa berubah.
Bisa baik, bisa pula buruk.
Tergantung kondisi dan situasi.

Jikalau engkau semua masih menjadi kusir.
Maka tak ada penumpang yang mau duduk.
Satu sama lain akan berebut jadi kusir.
Hanya sabar dan legowo yang jadi air.
Hanya ilmu dan keikhlasan yang jadi angin.

Kyota hamzah
sidoarjo, 30/01/16

Rabu, 24 Februari 2016

Belenggu jiwa



 Terkadang kita sedih.

Terkadang kita bimbang.

Terkadang kita hilang harapan.

Terkadang kita kecewa.

Terkadang kita marah.

Terkadang kita tak terima.

Terkadang kita menyalahkan.

Terkadang kita mengutuk.

Terkadang kita mencaci.

Terkadang kita menipu.

Terkadang kita berbohong.

Terkadang kita berprasangka buruk.

Terkadang kita tak tahu jika semua sifat tersebut telah menguasai kita, hingga kita terjatuh kedalam jurang kehancuran.

Hanya kita sendiri yang bisa melepaskan jerat-jerat nafsu.

Tak ada yang bisa mengubah takdir yang telah ditetapkan.

Kita hanya bisa mengubah keadaan dengan tangan kita sendiri, selama tak berseberangan dengan garis takdir.

Kyota hamzah
6/1/2016


Selasa, 23 Februari 2016

Sajak cermin #2

Andai hati tak bergejolak maka apa yang akan terjadi kelak ?

Perenungan

Ketika penemuan ilmiah menjadi perenungan ilahiyah. Semua hasil dari sebuah pencarian sebuah pembenaran kelak akan menjadi penguat sebuah tujuan kebenaran. Penemuan ibarat cermin dan perenungan adalah bayangannya. Dari sinilah pertempuran batin dimulai, saat ego dan nurani saling berhadapan satu sama lain, maka tak dapat dipungkiri diri kita akan berusaha mencari titik temu. Ego kita akan selalu menawarkan cara yang berupa menghalalkan segala tindakan entah itu benar atau salah. Asal kita puas melakukannya. Sedangkan nurani selalu membisikkan sebuah cara yang lebih baik tanpa merugikan semua pihak. Meski terasa sakit diawal namun manis diakhir. Nurani selalu berteriak mengingatkan kita jika kita berbuat salah. Nurani akan melemah jika hati kita membatu namun takkan mati meski sekarat sekalipun demi mengingatkan kita pada jalan yang lurus. Jalan kebenaran hakiki. Ketika penemuan ilmiah sang pencari kebenaran menjadi perenungan ilahiyah atas kebenaran sejati.

Nurani

Jika seseorang hendak berbuat dosa maka hati nurani akan merasa gelisah, namun jika seseorang berbuat baik maka hati nurani akan tenang.  
nurani bisa menjadi tempat kita untuk bertanya mengenai kebenaran karena nurani adalah pengingat kita setelah al quran jika kita berbuat dosa.

Sang wanita





Wahai engkau sang wanita.

Wanita penyangga masa depan.

Digenggamanmu takdir suatu negeri ditentukan dari tanganmu.

Seorang pemimpin yang lahir dari buainmu.

Kau adalah makhluk tuhan yang paling unik.

Engkau adalah ciptaan tuhan yang sangat lembut raga dan hatinya.

Namun engkau bisa menjadi sangat kuat.

Kepada siapa saja yang menyakitimu.

Demi orang-orang yang ia kasihi.

kyota hamzah
24/6/2013